Tips Menjaga Hati Ibu Hamil


Kata orang kalo lagi hamil harus banyak gerak, nggak boleh malas, kata orang kalo hamil nggak boleh makan es, kopi, mie, pedas, dll. Kata orang kalo hamil nggak boleh ini-itu, bla..bla..bla.. Bahkan ada pula yang bilang hamil koq manja, hamil koq diem aja di kamar, hamil koq kaya anak mami, atau apa pun itu. Arghhh.... Enyahlah apa kata orang. 

Dear Bunda di seluruh negeri ini. Bagaimana pun kondisinya sekarang, Pleess be happy. to your self and to your heart. Jangan cemaskan apa kata orang. Ambil waktu untuk bersantai dan sedikit menjauh dari beban yang tak perlu. Walaupun kemungkinannya kecil, tapi cobalah. 

Jangan pernah memaksakan diri untuk dicintai orang lain. kita tak perlu persetujuan mereka untuk setiap aktifitas yang ingin kita jalani, my body is my choice. Orang lain hanya melihat atau mendengar tanpa tahu persis bagaimana diri kita, apa yang sedang dirasakan, apa yang dibutuhkan, kita yang tahu dan kita yang berhak menentukan apa yang terbaik untuk kita pilih. Mereka tak salah, hanya saja belum mengerti bagaimana menjaga perasaan sesama. Bund, daripada sibuk dengan kata orang, ada baiknya kita sibukkan diri dengan berbagai aktifitas yang membuat pikiran fresh lagi. Misalnya,

1. Memasak Santai

Masaklah dengan santai tanpa terburu-buru dan dengan porsi yang cukup. Terkadang aktifitas ini ampuh membuat kita lupa pada masalah yang sedang dialami. Disarankan memasak makanan yang manis seperti kue dan camilan lainnya. Banyak jenis makanan manis yang mampu mengembalikan mood dan melepas hormon bahagia. Sehingga kita lebih enjoy setelah memekannya.

2. Menulis

Menulis mungkin bukan solusi untuk menjaga emosi. Tapi bukan juga ide buruk untuk dicoba. Menulis dapat menyalurkan pikiran dan energi negatif yang hampir meluap di kepala. Masa bodo apakah tulisannya jelek atau tak sesuai dengan kaidah EYD. Bagi saya menulis ya menulis saja. Menulis lepas tanpa peduli dengan  aturan baku yang tertulis. Toh kita menulis untuk diri sendiri. Syukur-syukur bisa menjadi hikmah untuk orang lain. Yang penting bukan jenis tulisan menyindir di media sosial yang justru membuat masalah semakin runyam. Ingat, kita sedang menjaga hati. Kata orang mah healing heula atuh. yang artinya menjaga hati dengan Versi ternyaman kita tanpa ada waktu untuk menyalahkan orang lain.

3. Sholat & Baca Al-Qur'an

Bagi bunda yang beragama islam, cara ini menjadi awal yang haris dilakukan pertama kali dalam meredam emosi. Karena terkadang bukan orang lain yang salah. Hanya kita saja yang belum mampu bersabar. Ibarat kaca yang keruh. Tanpa dilap, mustahil kita daat melihat berbagai hal menarik di luar. Pendekatan pada Sang Pencipta adalah solusi terbaik, terlebih untuk kita yang memiliki kepribadian introfert. Tentunya ini sangat membantu. Yang jelas kita hanya meminta hati ini tentram tanpa terusik dengan perkataan orang yang membuat hati menjadi sempit. Bund, bahagia kita yang ciptakan, serahkan segala urusan pada-Nya dan Allah akan selesaikan semua. InsyaAllah...

4. Baca Buku Yang DiSuka

Bukan hanya membaca buku saja. Menonton film kesukaan atau melakukan berbagai hoby lainnya juga bisa dilakukan untuk meredam emosi yang mengganggu. Atau sekadar jajan cilok lima ribuan juga sudah lumayan hilang stress karna perut kenyang. hehe...

Intinya selama mata masih melihat indahnya matahari terbit, maka tidak ada alasan untuk tidak bahagia. Kita berhak sehat, kita berhak nyaman, dan kita berhak bahagia.



Comments