Kita Bukan Siapa-Siapa

Tanggal 25 Desember 2018, harusnya akan ada salam perpisahan di antara kami. Salam manis yang akan menguatkan hati ketika raga semakin jauh.

Tapi nampaknya semua hanya angan semata. Ia bicara soal dana yang tak mudah didapat untuk biaya pernikahan. Dan karenanya kami saling berusaha dalam diam. Aku menunggunya semampuku sedang ia berusaha semampunya.

Dan pada akhirnya semua kembali kepada semula. Menganggap seolah kami belum saling mengenal. Berat untukku, mungkin juga baginya. Ya, keputusan ini aku ambil karena tak ingin lagi membebaninya. Tak ada maksud lain. Aku ingin ia kembali fokus pada kuliahnya dulu tanpa terbebani oleh diriku.

Maaf, keputusan ini terpaksa aku ambil. Tak berhenti sampai di situ. Menekan ego ketika rindu itu datang. Bukan persoalan yang mudah untukku. Aku tak ingin ada tangis lagi yang terjatuh percuma. Aku tak ingin kecewa merenggut senyum yang susah payah kubangun kembali. Semua hanya karena "Ridha"

Maaf, aku terpaksa melakukannya. Bukan berarti aku akan lupa tentang segalanya. Ketahuilah. Aku masih pada hati yang sama. Tapi aku juga harus belajar ikhlas tentang takdir hari esok. Semoga Allah berikan yang terbaik untuk kita.


Comments