Pudar

Tentang kenapa, sejujurnya aku juga tak tahu kenapa. Kenapa aku harus memilih menetap dari pada pergi. Aku juga tak tahu kenapa. Sekeras apa pun aku berpikir, aku benar-benar tak bisa menemukan jawabannya.

Sejujurnya aku sadar kalau kau menyuruhku pergi. Aku jauh lebih mengerti apa yang kau maksud. Tapi seperti inilah aku. Aku si keras kepala yang tidak pernah puas sebelum melihat fakta. Mungkin memang benar aku terluka. Aku menangis untuk rasa sakit yang tak bisa kuterima alasannya. Aku hanya berharap keajaiban itu datang. Aku menyukaimu dan kau tahu itu. 

Sampai sekarang aku masih bertanya, apakah keajaiban itu ada?
Aku mencoba memercayainya dengan menetap dari ketidakmungkinan. Aku rasa Tuhan memang sangat adil. Hanya aku saja yang tidak pandai melihat. Setiap orang diciptakan berpasangan. Ada juga yang terlahir sebagai orang yang akan selalu sendiri. Di dunia ini, apa pun bisa berubah. Banyak pula yang masih sama.

Comments