![]() |
| Sumber : Pixabay.com |
Bunds... siapa di sini yang pernah atau sedang berada di titik jenuh? Di mana segala aktifitas terasa lebih monoton dari biasanya? Malas melakukan aktifitas rutin bunda padahal setumpuk cucian sedang mengantri untuk disapa? Atau mungkin ada beberapa bunda yang jenuh karena terlalu sering ditinggal suami entah mencari nafkah atau pergi untuk keperluan lainnya dalam waktu yang lama? Sejam yang terasa sehari, dan sahari yang seperti LDR setahun. Kalau bertemu paling hanya say “Hallo...” lalu bunda merasa emosi meningkat ketika suami datang dan hanya fokus pada HP, padahal diri ini rindu dengan quality timenya bersama kita yang sedang mengandung buah hati, rasanya ah... sungguh mantap.
MasyaAllah,
semoga bunda semua di manapaun berada senantiasa Allah berikan sehat jasmani
maupun ruhani meskipun mental hati terus dikuliti. Terkadang rasa sepi itu yang
tidak bisa dibaca oleh para Paksu. Kita ingin mendapat perhatian lebih di saat
hamil ini, tapi justru paksu terkesan cuek dan sibuk pada urusannya sendiri. Yang
sabar ya bunds. Terkadang hidup emang gituh. Mau mengerti tapi tak mau memahi. Ealah,
jenenge urip yo ngunu, kudhu okeh sabar lan bungah menawi urip iseh susah.
Tapi jangan salah
loh bunds, Paksu itu perhatian koq sebenarnya. Sayangnya tak akan hilang meski
badan langsing menghilang. Yang ada dipikiran paksu pasti uang-uang-uang. Ya
tho? Gimana nggak. Proses persalinan itu kan butuh dana yang tidak sedikit,
belum kebutuhan pasca lahiran, belum tuntutan bunda yang ingin punya rumah
layak untuk membesarkan buah hati misalkan. Uang memnag bukan segalanya, tapi
segalanya butuh Uang syai..
Pantaslah Paksu
sekarang lebih fokus mengejar nafkah sampai
lupa ada istri yang ingin dipeluk dan dimanja. Sudah fitrah otak lelaki
memang tersetting untuk mecari hiburan dengan gadget, sekadar melepas penat
seharian setelah banting tulang memenuhi kebutuhan bunda. Jangan dimarah ya
bunds..
Tapi bukan
berarti diam nerima mendem unek-unek sambil berlalu dan berkata “Yoweslah, aku
rapopo.” Tetap komunikasi is number one bunds. Jadilah bunda cerdas yang mampu
menyenangkan PakSu. Semisal dengan memberikan minuman kesukaan PakSu ketika
sedang lelah, kan enak ya. Datang-datang
dengan kondisi lelah, eh.. muncul istri tercinta dengan segelas es teh
yang langsung nyessss... adhem rasanya bak dilayani bidadari syurga. Sambari
pijat-pijat tangan Paksu lirih bunda berkta, “Pak... bunda kangen...”
Ihirrrr... nggak tau berapa senti senyum PakSu tersungging di wajah. Dijamin tokcer
urusan. Syukur-syukur langsung diajak
jalan-jalan kuliner layaknya pasangan yang sedang pacaran di malam minggu. Tapi
jangan terlalu berharap ya bunds... hihi, takut kecewa sendiri.
“Ah, suami saya tetep aja itu fokus scrolling hp nya.” Waduh, gadget forefer ya bund, hehe. Anyway, saya juga pernah lho bund mengalami hal serupa. Niatnya ngajak jalan sehat pagi-pagi, Eh, lha Paksu koq tetep fokus ke hp, kan enaknya kalau kita bisa ngobrol santai juga ya bunds. Tapi apa daya, memnag itu hobinya paksu, nggak mungkin kan kita larang. Alih-alih marah, saya ikuti apa kata Dr.Aisyah dahlan dalam kajiannya. Iseng-iseng saya chat paksu padahal orangnya ada di samping.
“Mas, aku pengen kamu nggak menduakan aku dengan hp, sebentaaar aja,
pleeesss.” Apa yang terjadi bunds? Langsung
disimpan itu hp ke dalam sakunya sekalian sama hp saya ikut masuk juga. Dapatlah
pelukan dari suami yang dari tadi dinanti. Ladhala... J memang seperti itulah perjuangan bunds. Bisa
sabar dan nahan emosi itu memang susah, apalagi jika sedang hamil. Tapi
dampaknya luar biasa bunds. Cinta didapat, pahala pun dapat. Mantups jiwa kan
bunds. Selamat mencoba!

Comments
Post a Comment