Tips Tinggal Satu Atap Dengan Mertua

Image By : https://www.tempo.co/gaya-hidup/7-tips-tinggal-di-rumah-mertua-agar-merasa-tenang-dan-nyaman-166206


Tinggal sendiri setelah menikah serta tidak menumpang di rumah mertua, nampaknya menjadi hal yang banyak diimpikan banyak wanita yang ingin atau sedang menjalani kehidupan berumah tangga. Termasuk saya pun pernah memimpikan hal yang sama. Akan tetapi bagaimana jadinya kalau faktanya setelah menikah kita diharuskan untuk tinggal di rumah mertua untuk suatu alasan tertantu?

Pastinya hal ini akan menjadi pilihan yang harus dipertimbangkan masak-masak sebelum mengambil keputusan. Bagi pasangan muda-mudi yang ingin melangsungkan pernikahan, hendaknya memahami betul makna dari kata menikah sendiri. Menikah bukan sekadar menyatukan dua hati, namun juga menyatukan dua keluarga, menyatukan dua kebiasaan dan dua kulture yang berbeda. 

Menikah juga bukan hanya berisi kisah dua pasang yang sedang kasmaran, akan tetapi juga mampu memberikan cinta dengan semua anggota keluarga baik dari pihak wanita atau pun laki-laki. Yang mana jika tidak disikapi dengan ilmu, hanya akan menjadikan beban serta konflik batin berkepanjangan khususnya dari pihak istri. Dan tak jarang hubungan menantu dengan mertua menjadi tidak harmonis. Nah, bunds.. yuk simak tips tinggal satu atap dengan mertua di bawah ini supaya kita rukun tinggal dengan mertua !

1. Dapatkan Informasi Tentang Mertua
Cari tahu dan tanyakan pada suami tentang seperti apa gambaran mertua kita. Tentang apa yang disukai dan tidak disukainya, tentang kebiasaanya, serta aturan yang berlaku di rumah mertua kita. bagi bunda yang memang memiliki sifat mudah bergaul dan akrab kepada orang baru sekalipun, mungkin hal ini tak akan menjadi masalah bagi buda. Tapi bagaimana dengan karakter bunda yang memang cenderung pemalu atau introvert? tentu hal yang yang berkaitan dengan mertua akan menjadi informasi dasar yang akan sangat membantu bunda dalam fase pendekatan dengan mertua. 

2. Buat Rules Yang Tidak Memberatkan Salah Satu Pihak
Tak bisa dipungkiri, terkadang ada tipe mertua yang memiliki mindset bahwa tugas menantu adalah melayani anak dan orang tuanya. Sehingga yang ada di bayangan mereka adalah segala tugas rumah tangga adalah tugas menantu. Meskipun tak sedikit pula mertua yang mulai memahami bahwa menantu bukanlah asisten rumah tangga, bahkan ada pula tipe mertua yang cenderung memanjakan menantunya untuk membuatnya nyaman berada di rumahnya. 

Nah bunds, banyak saran yang mengatakan "anggaplah mertuamu adalah orang tua kandungmu sendiri" maka jika kita terbiasa berbagi tugas dengan orang tua kita, lakukanlah hal yang sama kepada mertua kita. Rasanya tak etis jika mertua sampai harus memasak untuk kita sementara kita melahap masakannya dengan santai tanpa ada rasa bersalah sedikitpun. Sudah selayaknya kita yang harus turun untuk mengambil tugasnya di dapur. Semua tergantung dengan cara pandang kita ya bund, bukan bermaksud menjadikan bunda sebagai pembantu di rumah mertua sendiri. Tapi lebih kepada rasa hormat kepada orang tua dari suami kita. Buat hati mereka senyaman mungkin, maka tak akan ada yang namanya konflik antara menantu dengan mertua.

Namun bagaimana jika kondisi kita sedang hamil yang mengharuskan untuk lebih banyak beristirahat? Bicarakanlah dengan mertua tentang hal ini. Sampaikan pada mertua bahwa bunda membutuhkan bantuan untuk memasak atau melakukan aktifitas rumah tangga lainnya. Beri alasan jika memang kondisi kehamilan anda membuthkan banyak istirahat, sehingga tidak menimbulkan prasangka dari mertua.

3. Membangun Komunikasi Yang Baik Dengan Mertua
Dari pada mengeluh kepada suami tentang kesulitan bunda, ada baiknya bunda mulai membangun komunikasi dengan mertua. Hal ini dibutuhkan supaya tidak ada jarak antara bunda dengan mertua. Alih-alih menyampaikan keluhan kepada suami yang justru akan membuat mertua tersinggung dan menganggap bunda tak nyaman tinggal di rumahnya. Sampaikan saja kesulitan bunda kepada mertua. Meskipun faktanya memang suami adalah rumah ternyaman ya bund, tapi plees jangan tunjukkan itu di hadapan mertua. bersikaplah bahwa anda enjoy tinggal di rumah mertua tanpa ada batasan dengan mertua ya bunds.

4. Hindari Perdebatan Keluarga
Ketika suami kembali ke tempat tinggal asalnya, ada kalanya terjadi perdebatan antara suami dengan orang tuanya. Hal ini wajar karena sekarang suami bunda sudah menjadi kepala keluarga yang juga memiliki pilihan dan tanggung jawab sendiri atas keputusannya. Tidak mudah memang tinggal di satu tempat dengan dua pemimpin sekaligus. Maksud ingin memberi saran, malah akan memberikan kesan terlalu ikut campur dalam masalah mereka.

Dalam kondisi ini, sebaiknya bunda tahu kapan harus diam dan tidak turut campur dalam masalah yang ada pada keluarga suami bunda. Biarkan mereka menemukan ritmenya sendiri. Jangan pernah mnyumbang suara jika memang tidak diminta.




Comments