Aku pernah menjadi tenang
Seperti mereka yang melepas segala ingin dan ego
aku pernah menjadi tenang
hening, nyaman, dan tak silau
aku juga pernah koq menjadi diriku dengan versi terbaik yang mungkin aku sesali sampai sekarang
kenapa tak menetap?
Di mana kata tenang itu?
Aku pernah menjadi bagian dari rangkai yang indah itu
Aku pernah menjadi tokoh utama dalam cerita yang kubuat sendiri
aku pernah membayangkan betapa indahnya menjalani hidup dengan tetap berpegang teguh pada setiap kalimat-Nya
Tapi ternya itu hanya kalimat pembukanya saja,
Ternyata sesulit itu menjaga akal warasku agar tetap sama
Dunia yang berubah, atau memang aku yang berubah?
Semua sudah tidak sama pada tempatnya
Terkadang aku menjadi asing pada bayangan yang kulihat di cermin
Siapa dia?
Kenapa bisa menjadi sesuram itu?
Apa yang terlewat?
Tanya demi tanya terus menghakimi
Menghujam secuil nurani yang masih tersisa
Mengusik terus sampai ke tempat yang tak pernah dilihat sebelumnya
Aku... Pernah...
Hanya itu kata pembelaan yang bisa kuucap
Setidaknya...aku.. pernah...
Adalah kata yang ingin aku sampaikan kepada diriku saat ini
Agar tak lupa siapa diriku yang sebenarnya
Agar tak lupa bahwa diriku yang sekarang, dan apa yang orang lain kenal memang bukan diriku yang sama
Bukan aku yang tenang
Dan bukan aku yang selalu berdamai dengan segala resah yang tak pernah kuluapkan
Comments
Post a Comment